Rabu, 10 Juni 2015

peranan bank indonesia dalam kebijakan moneter

peranan BI dalam kebijakan moneter 

Perlu kita tau bahwa Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.

demikian dibawah ini adalah beberapa kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai rupiah:

1. Operasi Terbuka

Operasi terbuka dilakukan untuk mempengaruhi likuiditas rupiah di pasar uang yang akan mempengaruhi tingkat suku bunga. Ada dua cara melakukan operasi terbuka, yakni:

-          Penjualan SBI yang dilakukan melalui lelang.

-          Intervensi Rupiah yang dilakukan untuk menyesuaikan kondisi pasar uang baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.


2.      Penetapan Cadangan Wajib Minimum

Hal ini dilakukan dengan cara mewajibkan setiap bank untuk mencadangkan sejumlah asset (aktiva) lancarnya dengan presentase tertentu dri kewajibannya.


3.      Kebijakan Nilai Tukar

Mengingat sistem nilai tukar yang dianut Indonesia sejak tahun 1997 adalah Sistem Nilai Tukar Mengambang (Floating Exchange Rate System) yang berarti nilai tukar sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan pasar dan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI melakukan sterilisasi dipasar valas khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.


4.      Pengelolaan Cadangan Devisa

Bank Indonesia mengelola cadangan devisa dengan Sistem Diversifikasi (Sistem Penganekaragaman) baik penganekaragaman dalam jenis valuta asing ataupun jenis investasi surat berharga.


5.      Kredit Program

Karena status BI yang independen, maka pemberian kredit program saat ini dilakukan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah.


DAFTAR PUSTAKA:
http://www.bi.go.id/id/perbankan/ssk/peran-bi/peran/Contents/Default.aspx

sistem penentuan kurs

 3 penetapan kurs yang diterapkan oleh negara-negara di dunia:

1. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

 Kurs tetap merupakan sistem nilai tukar dimana pemegang otoritas moneter tertinggi suatu negara (Central Bank)menetapkan nilai tukar dalam negeri terhadap negara lain yang ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang. Jika dalam perjalanannya penetapan kurs tetap mengalami masalah, misalnya terjadi fluktuasi penawaran maupun permintaan yang cukup tinggi maka pemerintah bisa mengendalikannya dengan membeli atau menjual kurs mata uang yang berada dalam devisa nePenetapank menjaga agar nilai tukar stabil dan kembali ke kurs tetap nya. Dalam kurs tetap ini, bank sentral melakukan intervensi aktif di pasar valas dalam penetapan nilai tukar.


Keunggulan :

1. Kegiatan spekulasi di pasar uang semakin sempit.
2. Intervensi aktif pemerintah dalam mengatur nilai tukar sehingga tetap stabil.
3. Pemerintah memegang peranan penuh dalam pengawasan transaksi devisa.
4. Kepastian nilai tukar, sehingga perencanaan produksi sesuai dengan hasilnya.

Kelemahan :

1. Cadangan devisa harus besar, untuk menyerap kelebihan dan kekurangan di pasar valas.
2. Kurang fleksibel terhadap perubahan global.
3. Penetapan kurs yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan mempengaruhi pasar ekspor impor.


2. Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)

Penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar valuta. Dalam pasar ini masih ada campur tangan pemerintah melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam pasar valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan uang.


Keunggulan :

1. Mampu menjaga stabilitas moneter dengan lebih baik dan neraca pembayaran suatu negara.
2. Adanya aktifitas MD/MS dalam pasar valuta berdasarkan kurs indikasi akan mampu menstabilkan nilai tukar dengan lebih baik sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi.
3. Devisa yang diperlukan tidak sebesar pada nilai tukar tetap.
4. Mampu memadukan sistem tetap dan mengambang.

Kelemahan :

1. Devisa harus selalu tersedia dan siap diguankan sewaktu-waktu.
2. Persaingan yang ketat antara pemerintah dan spekualan dalam memprediksi dan menetapkan kurs.
3. Tidak selamanya mampu mengatasi neraca pembayaran.
4. Selisih kurs yang terjadi dalam pasar valuta akan mengurangi devisa karena memakai devisa untuk menutupi selisihnya.

3. Kurs Mengambang Bebas (Free Floating Rate)

Kurs mengambang bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu negara yang sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistim nilai tukar ini akan menyerahkan sleuruhnya kepada pasar untuk mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Jadi dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada campur tangan pemerintah.


Keunggulan :

1. Cadangan devisa lebih aman.
2. Persaingan pasar ekspor-impor sesuai dengan mekanisme pasar.
3. Kondisi ekonomi negara lain tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi dalam negeri.
4. Masalah neraca pembayaran dapat diminimalisir.
5. Tidak ada batasan valas.
6. Equilibrium pasar uang.

Kelemahan :

1. Praktik spekulasi semakin bebas.
2. Penerapan sistem ini terbatas pada negara yang sistim perekonomiannya mapan, masih kurang tepat untuk negara berkembang.
3. Tidak adanya intervensi pemerintah untuk menjaga harga.


10 Besar Negara dengan Cadangan Devisa terbesar:



Menurut info yang saya peroleh dari: http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/190554-10-negara-dengan-cadangan-devisa-terbesar dapat dilihat peringkat 10 besar negara dengan cadangan devisa terbesar, saya rincikan menurut garis besarnya saja.

1.      China, total devisanya September 2010 sebesar US$ 2,65 Triliun

2.      Jepang, total devisanya September 2010 sebesar US$ 1,11 Triliun

3.      Rusia, total devisanya Oktober 2009 sebesar US$ 495,6 Miliar

4.      Saudi Arabia, total devisanya Desember 2009 sebesar US$ 410,3 Miliar

5.      Taiwan, total devisanya Oktober 2009 sebesar US$ 383,84 Miliar

6.      India, total devisanya November 2010 sebesar US$ 300,21 Miliar

7.      Korea Selatan, total devisanya Oktober 2010 sebesar US$ 293,35 Miliar

8.      Brazil, total devisanya Oktober 2009 sebesar US$ 271,472 Miliar

9.      Hongkong, total devisanya Oktober 2009 sebesar US$ 266,1 Miliar

10.  Swiss, total devisanya Agustus 2010 sebesar US$ 249,5 Miliar

Demikian informasi yang saya dapatkan, sangat disayangkan negara kita tercinta tidak termasuk ke dalam 10 besar cadangan devisa terbesar. Semoga di kemudian hari, Indonesia menduduki peringkat pertama. Aamiin.

Daftar Pustaka:

http://economicwatcher.blogspot.com/2012/06/kurs-tetap-kurs-mengambang-bebas-kurs.html?m=1

http:/ bisnis.news.viva.co.id/news/read/190554-10-negara-dengan-cadangan-devisa-terbesar

sejarah dollar amerika serikat

History of dollar USA

Sejarah penciptaan uang Dollar Amerika Serikat menunjukkan bahwa uang Dollar hanyalah selembar Kertas bergambar yang dicetak dan diterbitkan oleh Central Bank AS atau Federal Reserve. Untuk setiap penggunaan selembar Dollar AS, maka sipemakai dikenakan bunga tertentu yang ditetapkan oleh Federal Reserve. Jadi tiap pengguna uang Dollar akan dikenakan bunga atau utang. Utang ini harus dibayar, makanya ini tidak lain adalah suatu bentuk Perbudakan. Jadi makin lama uang Dollar AS itu digunakan, maka bunganya juga makin besar. Makin banyak rakyat yang diperbudak untuk membayar bunga uang kertas itu!
Lalu siapakah yang menikmati bunga besar itu? Tak lain adalah Pemerintah AS, Federal Reserve AS beserta para Pejabatnya yang dapat hidup bermewah-mewah dari hasil pembayanan bunga tersebut. Pembentukan Federal reserve diselimuti oleh suatu kerahasiaan, dimana para penysunnya dirahasiakan namanya. Mereka adalah para bankir dan pengusaha kaya. Lobby untuk meng-goal-kan penandatanganan UU Federal Reserve AS berlangsung cukup lama, dan akhirnya Presiden AS yang mau menandatanganinya adalah Presiden Woodrow Wilson pada tahun 1913. Namun sesaat setelah Ia menandatangani UU itu, Ia menyatakan penyesalannya.
Dollar 1976
Dengan tujuan yang sama, yaitu untuk memperbudak rakyat bangsa-bangsa lain di Dunia, maka dibentuklah World Bank. Alasannya, Bank-bank ini adalah untuk menstabilkan perekonomian negara atau Dunia.
Dimasa lalu, sedikit rumor saja dapat membuat perekonomian suatu negara morat-marit, sebab semua orang berlomba-lomba untuk menarik uang Dollar agar dapat dibelanjakan, bukan disimpan di Bank. Kejadian-kejadian ini selalu berulang dari waktu-ke-waktu. Pada tahun 1907, rumor yang diperkirakan dimulai oleh Konglomerat AS, menyebabkan orang berebut menarik uang-nya dari Bank. Akibatnya harga2 aset jatuh berguguran. Yang diuntungkan adalah para Konglomerat itu, antara lain JP Morgan, Rotschild, Rockefeller, dan lainnya, sebab mereka yang memborong aset2 tersebut dengan harga yang sangat murah. Inilah kisah awal berkembangnya para Konglomerat tersebut.
Kejadian serupa terulang pada waktu resesi tahun1932, masa-masa berikutnya, dan terakhir saat ini kita mengalami Krisis Finansial tahun 2008.
Setelah kita mengetahui sejarah penciptaan uang Dollar AS ini, apakah kita masih tetap ingin mengaitkan matauang Rupiah terhadap Dollar AS? Apakah kita tetap mau dijadikan sapi perah untuk membayar bunga penggunaan uang kertas Dollar AS?
Di zaman Kejayaan Indonesia masa lalu, Kerajaan-kerajaan Indonesia memiliki matauang sendiri berupa uang Emas, Perak dan Perunggu. Sedangkan di negara-negara Timur Tengah mereka masih menggunakan uang emas Dinar sampai saat ini. Kita perlu mempertimbangkan kembali apakah kita masih tetap mau mengkaitkan matauan Rupiah dengan Dollar AS yang sangat labil dan mudah di-spekulasi untuk menggoncangkan perekonomian bangsa Indonesia. Kini saatnya kita memikirkan masa depan kita yang lebih baik dan stabil

batas keluar masuk dollar


BATASAN KELUAR MASUK DOLLAR

Cerita tentang ibu ronaldo saat membawa masuk uang dollar
 
Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo kembali berurusan dengan awak media bukan karena tindak-tanduk di luar lapangan melainkan mengenai ibu kandungnya. Menurut harian Spanyol, El Mundo, Dolores Aviero tertahan di bandara udara.

Penahanan harus dilakukan oleh pihak berwenang setelah Dolores terbukti membawa uang dalam jumlah banyak yang jelas melanggar peraturan. Adolfo Suarez Madrid-Barajas jadi tempat dimana dirinya dimintai keterangan karena aksi ini.
Nominal uang milik Dolores mencapai 61.000 dollar Amerika Serikat, semua terkumpul rapih di dalam dompet. Sementara batas maksimum bagi perorangan ingin keluar negeri hanya 11.000, ada selisih sampai 50.000.
Lagi berdasarkan harian tersebut, Dolores menolak untuk berkomentar ataupun klarifikasi soal jumlah uang. Akhirnya uang sebanyak itu ditahan oleh pihak keamanan sampai denda sebesar 600 dollar dibayarkan.
Mungkin sudah saatnya sebagai pemain terbaik dunia dengan bergelimpangan materi, Ronaldo bisa menyarankan kepada ibundanya untuk membawa buku cek ketimbang uang sebanyak itu keluar-masuk negara.


sumber dari : www. supersoccer.co.id

Jumat, 03 April 2015

perekonomian



PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA TAHUN 2014

 Perekonomian Indonesia tahun 2014 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 10 542,7 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp41,8 juta atau US$3,531.5.

  Ekonomi Indonesia tahun 2014 tumbuh 5,02 persen melambat dibanding tahun 2013 sebesar 5,58 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 10,02 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 12,43 persen.

  Ekonomi Indonesia triwulan IV-2014 bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,61 persen.

  Ekonomi Indonesia triwulan IV-2014 mengalami kontraksi 2,06 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh efek musiman pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang kontraksi 22,44 persen. Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh penurunan Ekspor neto.

  Secara spasial, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 didorong oleh aktivitas perekonomian di Pulau Jawa yang tumbuh 5,59 persen dan Pulau Sumatera sebesar 4,66 persen

    LAPANGAN USAHA
2014**
I
II
III
IV
Jumlah
 1. PERTANIAN, PETERNAKAN,
15.12
14.85
15.25
12.19
14.33
    KEHUTANAN DAN PERIKANAN





    a. Tanaman Bahan Makanan
7.99
6.92
7.18
4.52
6.62
    b. Tanaman Perkebunan
1.50
2.19
2.35
1.59
1.91
    c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
1.81
1.78
1.80
1.90
1.83
    d. K e h u t a n a n
0.55
0.64
0.60
0.61
0.60
    e. P e r i k a n a n
3.27
3.32
3.32
3.57
3.37






 2. PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
10.56
10.63
10.41
10.37
10.49
    a. Minyak dan gas bumi
4.66
4.37
4.04
3.36
4.09
    b. Pertambangan tanpa Migas.
4.31
4.66
4.75
5.26
4.76
    c. Penggalian.
1.58
1.60
1.62
1.75
1.64






 3. INDUSTRI PENGOLAHAN
23.75
23.79
23.35
23.98
23.71
    a. Industri  M i g a s
3.05
2.92
2.79
2.76
2.88
       1). Pengilangan Minyak Bumi
1.70
1.62
1.55
1.54
1.60
       2). Gas Alam Cair
1.35
1.30
1.24
1.22
1.28
    b. Industri tanpa Migas
20.70
20.87
20.57
21.21
20.84
       1). Makanan, Minuman dan Tembakau
7.37
7.70
7.80
7.88
7.70
       2). Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki
1.86
1.90
1.83
1.80
1.85
       3). Brg. kayu & Hasil hutan lainnya.
1.07
1.07
1.03
1.06
1.06
       4). Kertas dan Barang cetakan
0.81
0.83
0.78
0.78
0.80
       5). Pupuk, Kimia & Barang dari karet
2.55
2.44
2.27
2.37
2.40
       6). Semen & Brg. Galian bukan logam
0.68
0.67
0.64
0.70
0.67
       7). Logam Dasar Besi & Baja
0.39
0.39
0.37
0.39
0.38
       8). Alat Angk., Mesin & Peralatannya
5.83
5.74
5.71
6.10
5.85
       9). Barang lainnya
0.14
0.14
0.13
0.13
0.14






 4. LISTRIK, GAS, DAN AIR BERSIH
0.79
0.81
0.77
0.85
0.80
    a. L i s t r i k
0.53
0.55
0.52
0.57
0.54
    b. Gas Kota
0.19
0.19
0.18
0.21
0.19
    c. Air bersih
0.07
0.07
0.07
0.07
0.07






 5. B A N G U N A N
9.78
9.89
9.85
10.66
10.05






 6. PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
14.62
14.71
14.31
14.76
14.60
    a. Perdagangan Besar dan Eceran
11.78
11.89
11.59
11.94
11.80
    b. H o t e l
0.45
0.47
0.45
0.48
0.47
    c. R e s t o r a n
2.39
2.34
2.27
2.34
2.33






 7. PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI
7.27
7.32
7.25
7.69
7.39
    a. P e n g a n g k u t a n
4.01
4.13
4.17
4.51
4.21
       1). Angkutan Rel
0.03
0.04
0.04
0.04
0.04
       2). Angkutan Jalan raya
2.18
2.12
2.11
2.33
2.19
       3). Angkutan laut
0.24
0.25
0.26
0.25
0.25
       4). Angk. Sungai, Danau & Penyebr.
0.12
0.12
0.12
0.13
0.12
       5). Angkutan Udara
0.92
1.08
1.15
1.25
1.10
       6). Jasa Penunjang Angkutan
0.52
0.52
0.50
0.51
0.51
    b. K o m u n i k a s i
3.25
3.19
3.08
3.18
3.17






 8. KEUANGAN, PERSEWAAN & JASA PERSH.
7.75
7.63
7.43
7.78
7.65
    a. B a n k
2.55
2.50
2.42
2.53
2.50
    b. Lembaga Keuangan tanpa Bank
1.05
1.04
1.00
1.03
1.03
    c. Jasa Penunjang Keuangan
0.06
0.06
0.05
0.06
0.06
    d. Sewa Bangunan
2.59
2.55
2.50
2.62
2.56
    e. Jasa Perusahaan
1.51
1.48
1.45
1.55
1.50






 9. JASA - JASA
10.37
10.37
11.37
11.72
10.98
    a. Pemerintahan Umum
5.11
5.18
6.23
6.38
5.75
       1). Adm. Pemerintahan & Pertahanan
3.16
3.20
3.84
3.95
3.55
       2). Jasa Pemerintahan lainnya
1.95
1.98
2.38
2.43
2.19
    b. S w a s t a
5.26
5.19
5.15
5.34
5.24
       1). Sosial Kemasyarakatan
2.12
2.10
2.12
2.20
2.14
       2). Hiburan dan Rekreasi
0.31
0.31
0.31
0.32
0.31
       3). Perorangan dan Rumah tangga
2.83
2.79
2.72
2.83
2.79






 PRODUK DOMESTIK BRUTO
100.00
100.00
100.00
100.00
100.00
 PRODUK DOMESTIK BRUTO TANPA MIGAS
92.29
92.71
93.17
93.87
93.03
*       Angka sementara





**      Angka sangat sementara







PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Pasar
Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga pasar adalah jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah. Nilai tambah adalah nilai yang ditambahkan dari kombinasi faktor produksi dan bahan baku dalam proses produksi. Penghitungan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji, bunga, sewa tanah dan keuntungan), penyusutan dan pajak tidak langsung neto. Jadi dengan menjumlahkan nlai tambah bruto dari masing-masing sektor dan menjumlahkan nilai tambah bruto dari seluruh sektor tadi, akan diperoleh Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga pasar.
Provinsi
2012
2013



1. Aceh
1.41
1.36
2. Sumatera Utara
5.21
5.33
3. Sumatera Barat
1.64
1.68
4. Riau
6.97
6.89
5. Jambi
1.08
1.13
6. Sumatera Selatan
3.06
3.06
7. Bengkulu
0.36
0.36
8. Lampung
2.15
2.17
9. Kep. Bangka Belitung
0.51
0.51
10. Kepulauan Riau
1.35
1.32
11. DKI Jakarta
16.39
16.57
12. Jawa Barat
14.11
14.12
13. Jawa Tengah
8.26
8.23
14. DI Yogyakarta
0.85
0.84
15. Jawa Timur
14.87
14.99
16. Banten
3.17
3.23
17. Bali
1.25
1.25
18. Nusa Tenggara Barat
0.74
0.74
19. Nusa Tenggara Timur
0.52
0.53
20. Kalimantan Barat
1.11
1.12
21. Kalimantan Tengah
0.83
0.84
22. Kalimantan Selatan
1.13
1.10
23. Kalimantan Timur
6.23
5.61
24. Sulawesi Utara
0.70
0.70
25. Sulawesi Tengah
0.76
0.77
26. Sulawesi Selatan
2.37
2.44
27. Sulawesi Tenggara
0.54
0.54
28. Gorontalo
0.15
0.16
29. Sulawesi Barat
0.21
0.21
30. Maluku
0.17
0.17
31. Maluku Utara
0.10
0.10
32. Papua Barat
0.64
0.67
33. Papua
1.15
1.23
Jumlah 33 Provinsi
100.00
100.00

PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI 
Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.
Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi XI (membidangi keuangan dan perbankan) DPR, Senin (14/2). “Prospek perekonomian ke depan akan terus membaik dan diperkirakan akan lebih tinggi,” kata Darmin.

Dia mengatakan, permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi, juga akan tumbuh pesat. Ia menambahkan, Indonesia sudah melalui tantangan yang di 2010. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tahun lalu, yakni 6,1 persen, akan mempermudah mencapai target pertumbuhan di 2011. Meski demikian, inflasi tinggi masih akan menjadi tantangan serius di tahun ini.
Kondisi Perekonomian Indonesia Dilihat dari PDB
Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia. Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke-15).
Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per tahun menempatkan Indonesia di urutan ke-15 negara-negara dengan pendapatan perkapita yang besar.
Pihak Swasta
Adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat, seperti Dompet Dhu’afa, bekerja sama dengan Institut Kemandirian yang berusaha mencetak kaum muda berpotensi meenjadi hebat sebagai pejuang ekonomi adalah cara salah satu membuat pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semakin banyak rakyat Indonesia.
Pihak Pemerintah
Sinergi antar kementrian  harus dibuat semakin solid dan saling mendukung sehingga tidak tumpang tindih dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat. Kampanye pembentuka jiwa kewirausahaan , seperti seminar bertaraf internasional\, adalah salah satu jalan membangkitkan potensi jiwa – jiwa pejuang ekonomi yang pantang menyerah dan penuh kreativitas tinggi.
Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam sebuah sistem ekonomi dan yang paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain .
Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan berkualitas.
Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin habis karena gelombang pekerja asing.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan, dari sisi ketersediaan akses dana  akan semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi  semakin mudahnya diperoleh barang impor yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek  meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.
Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara  kaya dengan negara berkembang dan miskin. Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. So pilihan akan keblai kekita mana yang kita pilih Dampak Globalisasi ekonomi positif atau dampak globalisasi negatif.
COMPETITIVENESS INDEX
Indonesia has jumped four places in the World Economic Forum’s Global Competitiveness Index 2014-2015. In the latest edition Southeast Asia’s largest economy is ranked 34th (from 38th in last year’s edition of the index). Since the 2012-2013 edition, when Indonesia was ranked 50th, the country has risen steadily. The Global Competitiveness Index measures the institutions, policies, as well as factors that set the sustainable current and medium-term levels of economic prosperity among 144 countries around the world.
According to the World Economic Forum, which releases the Global Competitiveness Index on an annual basis, the six most problematic factors for doing business in Indonesia are corruption, access to financing, inflation, inefficient government bureaucracy, inadequate supply of infrastructure, and policy instability.
Economist Tony Prasetiantono said that Indonesia’s competitiveness has improved mainly because of sharp rupiah depreciation that occurred in the second half of 2013. Indonesia’s currency lost about one-fifth of its value against the US dollar during that period, making its exports more competitive.
The table below shows the world’s top five most competitive countries based on the Global Competitiveness Index as well as Indonesia and several neighbouring countries in the Southeast Asian region. It also shows that Indonesia still lags behind some of its regional peers.
Country
   Ranking
Switzerland
         1   
Singapore
         2
United States
         3 
Finland
         4
Germany
         5 
Malaysia
        20
Thailand
        31
Indonesia
        34
Philippines
        52
Vietnam
        68
Source: Global Competitiveness Index 2014-2015